KISAH PARA INDUSTRIAWAN AGRO INOVATIF

Dody Zuhdi
0

 




_Ilmu hikmah_


Wayan Supadno



Di bawah ini saya paparkan kisah para industriawan agro inovatif di negeri ini. Semua sahabat dekat saya. Sangat penting disimak oleh kawula muda pemilik dan pemikir masa depan bangsa. Patut direplikasi sebanyak mungkin.


Di Rungkut Kawasan Industri Surabaya. Pabrik fillet ikan patin. Karyawannya 165 orang, plasmanya peternak ikan patin ribuan keluarga sebagai pemasok bahan baku. Produknya jadi idola pasar domestik dan ekspor.


Kewalahan. Terlalu besar pasarnya dibanding kapasitas produksinya, karena kekurangan bahan baku. Inovatif nol limbah bekerja sama dengan Unair Surabaya, dalam hal riset dan kampus merdeka. Welcome, saat saya bertamu.


Di Madiun. Pabrik olahan porang, pemiliknya orang kampung seperti saya, bahkan hanya lulusan STM saja. Karyawannya 360 orang lebih. Plasma petani porang ribuan keluarga. Polanya contract farming, jadi off taker.


Beberapa hari lalu saya telepon. Sangat hormat cara komunikasinya. Katanya pusing, kurang kapasitas produksi. Karena ada kontrak produk turunan porang ke luar negeri 7.000 ton, tapi tidak bisa memenuhi. Karena kurang modal.


Di Muncar Banyuwangi. Pabrik ikan laut. Digrading ada yang dibekukan apa adanya, dikaleng vakum (sarden) dan afkir jadi tepung ikan protein tinggi. Masih juga menghasilkan minyak ikan. Semua diserap pasar. Fast moving. Nol limbah.


Menampung pengangguran jadi karyawan jumlah banyak, ratusan orang dan plasmanya para nelayan ratusan keluarga. Mengubah yang tukang rebahan jadi produktif. Pajaknya tentu juga besar sekali. Membendung impor hemat devisa.


Di Cileungsi Bogor. Pabrik ekstrak buah tropis. Anak muda belia. Ke rumah saya 6 tahun silam masih karyawan perusahaan raksasa. Saat ini karyawannya ratusan keluarga. Plasma petani pisang dan jambu merah ribuan keluarga.


Lagi ekspansi menanam pisang Cavendish target 10.000 hektar di Sulsel. Berplasma dengan masyarakat. Setia memakai Hormax formula saya, kalau pesan ribuan liter. Banyak lulusan pascasarjana direkrut, walaupun dia hanya D3 IT.


Di Kalteng. Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dulunya petani sawit kalau menjual jauh sehingga ongkirnya mahal. Dibangun PKS karena tahu persis potensi bahan baku besar. Harga sawit kontan harga meroket. Petani pada bahagia karena karyanya dihargai pantas wajar.


Harga beli TBS dari petani selalu tertinggi dibandingkan PKS yang ada selama ini. Karyawannya ratusan orang, apalagi plasmanya ribuan keluarga. Karena mengolah TBS minimal 1.100 ton/hari. Cipta lapangan kerja, pajak dan devisa.


Di Sentul Bogor dan Batang Jateng. Pabrik pengolahan nuansa inovasi. Satu orang pemiliknya. Sukses besar karena banyak orang pintar/ahli di sekitarnya. Mengkaryakan banyak ahli teknologi pangan. Bahan baku kentang, singkong dan ubi rambat. 


Dijadikan kripik vakum. Pasarnya hampir 100% ekspor jadi " market leader " di banyak benua. Agar ada kepastian bahan baku kontrak mutu dan volume dengan para petani. Harga cakep, misal singkong Rp 1.800/kg difiksasi. Petaninya bahagia dan sejahtera.


Kesimpulan. Yang saya kisahkan di atas hanya 6 pengusaha inovatif ruas hilir agro. Kesemuanya total tenaga kerja tercipta tidak kurang dari 10.000 orang. Petani nelayan plasmanya, jauh lebih banyak lagi. Semua bersinergi dirakit oleh pengusaha inovatif tersebut.


Ilmu hikmahnya. Jika kita mau mengangkat pendapatan per kapita bangsa kita. Agar daya beli tinggi. Hal mutlak harus tiada pengangguran agar produktif. Caranya cipta lapangan kerja. Paling efektif lahirkan pengusaha baru. Scale up kapasitas para pengusaha yang ada karena sudah skill mengelola usaha.



Salam Inovasi 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)